Dor, Pencuri
Motor Tewas Ditembak
Amba Dini Sekarningrum – Okezone
Senin, 9 Januari 2012 20:09 wib
TANGERANG-Dua orang pelaku pencurian bermotor (curanmor) di
wilayah Kabupaten Tangerang ditembak petugas.Dua pelaku tersebut adalah Andika
alias Toni, (29), ditembak kaki kanannya saat mencoba kabur. Sedangkan naas
menimpa Zaenudin alias Lukman (35) yang tewas ditembak karena mencoba melakukan
perlawanan.
Keduanya berperan sebagai pemetik yang tergabung di kelompok Lampung Timur dalam hal curanmor, aksi kelompok ini cukup meresahkan masyarakat sekitar Tangerang. Sedangkan tersangka lainnya berasal dari kelompok Pandeglang yang berperan sebagai joki kendaraan hasil curian, diantaranya Dinamarta,(26) Didin Saefudin, (24), Iwan Alwandi, (21), Isroh Haidir, (29), serta Suwandi alias Kumis, (40).
Dari tangan mereka, polisi polisi menyita dua unit sepeda motor jenis Jupiter MX dan Honda Beat, serta dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver.Kapolresta Tangerang, Kombespol Bambang Priyo Andogo mengatakan kedua kelompok ini telah beraksi sejak tahun 2010. Sejak tahun 2010 Terdapat 60 laporan polisi di wilayah hukum Polresta Kabupaten Tangerang terkait pencurian yang dilakukan dua kelompok tersebut.
“Mereka sudah menjadi target operasi kami sejak 2010, para tersangka ini memiliki peran masing-masing, target mereka adalah motor-motor yang diparkir di luar rumah dan di warnet serta tempat parkir," kata Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reksim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga menjelaskan pengungakapan ini bermula dari tertangkapnya tersangka Suwandi alias Kumis. Suwandi yang merupakan koordinator joki curanmor ini memberikan informasi terkait jaringannya.
"Dari keterangan Suwandi kita berhasil memancing tersangka dari kelompok Pandeglang lainnya muncul, kita lakukan pengembangan lagi hingga akhirnya tersangka Zaenudin tewas ditembak petugas karena melawan," tegas Kasat.
Dari tangan dua tersangka juga ditemukan dua pucuk senpi rakitan jenis revolver serta 5 butir peluru caliber 38 dan caliber 9.
Keduanya berperan sebagai pemetik yang tergabung di kelompok Lampung Timur dalam hal curanmor, aksi kelompok ini cukup meresahkan masyarakat sekitar Tangerang. Sedangkan tersangka lainnya berasal dari kelompok Pandeglang yang berperan sebagai joki kendaraan hasil curian, diantaranya Dinamarta,(26) Didin Saefudin, (24), Iwan Alwandi, (21), Isroh Haidir, (29), serta Suwandi alias Kumis, (40).
Dari tangan mereka, polisi polisi menyita dua unit sepeda motor jenis Jupiter MX dan Honda Beat, serta dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver.Kapolresta Tangerang, Kombespol Bambang Priyo Andogo mengatakan kedua kelompok ini telah beraksi sejak tahun 2010. Sejak tahun 2010 Terdapat 60 laporan polisi di wilayah hukum Polresta Kabupaten Tangerang terkait pencurian yang dilakukan dua kelompok tersebut.
“Mereka sudah menjadi target operasi kami sejak 2010, para tersangka ini memiliki peran masing-masing, target mereka adalah motor-motor yang diparkir di luar rumah dan di warnet serta tempat parkir," kata Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reksim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga menjelaskan pengungakapan ini bermula dari tertangkapnya tersangka Suwandi alias Kumis. Suwandi yang merupakan koordinator joki curanmor ini memberikan informasi terkait jaringannya.
"Dari keterangan Suwandi kita berhasil memancing tersangka dari kelompok Pandeglang lainnya muncul, kita lakukan pengembangan lagi hingga akhirnya tersangka Zaenudin tewas ditembak petugas karena melawan," tegas Kasat.
Dari tangan dua tersangka juga ditemukan dua pucuk senpi rakitan jenis revolver serta 5 butir peluru caliber 38 dan caliber 9.
Sindikat Curanmor Bersenjata
Dibekuk
Selasa, 10
Januari 2012 08:18 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Satuan Reserse Kriminal
Polres Kota Tangerang membekuk sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor
(curanmor). Enam orang menjadi tersangka komplotan tersebut. Hal tersebut
disampaikan Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Bambang Priyo Andogo, didampingi
Kasat Reskrim Kompol Shinto Silitonga pada Senin (9/1).
Para tersangka berhasil ditangkap atas informasi yang diberikan Suwandi alias Kumis (40). Suwandi yang berperan sebagai koordinator joki (pengantar motor hasil curian) ini sebelumnya telah ditangkap petugas. Sindikat tersebut terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok yang biasa beroperasi di Tangerang dan Pandeglang.
Kelompok Tangerang adalah Andika alias Tony (29) dan Lukman (35) asal Lampung Timur. Petugas akhirnya harus melepaskan tembakan di betis kanan Andika karena berusaha melarikan diri saat dilakukan penggeledahan di rumah kontrakannya di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Sedangkan, Lukman ditembak mati oleh petugas.
Kelompok Pandeglang adalah Dinamarta (26), Didin Saefudin (24), Iwan Alwandi (21), Isroh Haidir (29) dan Suwandi alias Kumis (40). Mereka berperan sebagai joki. Polisi menyita sepeda motor Yamaha Jupiter MX, Honda Beat dan dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir peluru kaliber 38 dan kaliber 9.
Bambang menambahkan, kelompok Pandeglang biasanya mendistribusikan motor curian kepada kelompok Lampung. "Target mereka adalah motor yang diparkir di warnet, luar rumah dan tempat parkir," ujarnya.
Kedua kelompok tersebut telah menjalankan aksinya sejak 2010. Sedikitnya terdapat 60 laporan pencurian polisi terkait kelompok tersebut di wilayah hukum Polres Kota Tangerang.
Kasatreskrim Polres Kota Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, kelompok Pandeglang dibekuk saat bertransaksi di SPBU Bitung, Kabupaten Tangerang. Sepeda motor curian mereka jual seharga dua juta hingga Rp 3,5 per unit. Polisi masih memburu dua DPO (Daftar Pencarian Orang) yang tergabung dalam kelompok Pandeglang, yaitu Iwan (32) dan Albert(29).
Para tersangka berhasil ditangkap atas informasi yang diberikan Suwandi alias Kumis (40). Suwandi yang berperan sebagai koordinator joki (pengantar motor hasil curian) ini sebelumnya telah ditangkap petugas. Sindikat tersebut terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok yang biasa beroperasi di Tangerang dan Pandeglang.
Kelompok Tangerang adalah Andika alias Tony (29) dan Lukman (35) asal Lampung Timur. Petugas akhirnya harus melepaskan tembakan di betis kanan Andika karena berusaha melarikan diri saat dilakukan penggeledahan di rumah kontrakannya di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Sedangkan, Lukman ditembak mati oleh petugas.
Kelompok Pandeglang adalah Dinamarta (26), Didin Saefudin (24), Iwan Alwandi (21), Isroh Haidir (29) dan Suwandi alias Kumis (40). Mereka berperan sebagai joki. Polisi menyita sepeda motor Yamaha Jupiter MX, Honda Beat dan dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir peluru kaliber 38 dan kaliber 9.
Bambang menambahkan, kelompok Pandeglang biasanya mendistribusikan motor curian kepada kelompok Lampung. "Target mereka adalah motor yang diparkir di warnet, luar rumah dan tempat parkir," ujarnya.
Kedua kelompok tersebut telah menjalankan aksinya sejak 2010. Sedikitnya terdapat 60 laporan pencurian polisi terkait kelompok tersebut di wilayah hukum Polres Kota Tangerang.
Kasatreskrim Polres Kota Tangerang Kompol Shinto Silitonga mengatakan, kelompok Pandeglang dibekuk saat bertransaksi di SPBU Bitung, Kabupaten Tangerang. Sepeda motor curian mereka jual seharga dua juta hingga Rp 3,5 per unit. Polisi masih memburu dua DPO (Daftar Pencarian Orang) yang tergabung dalam kelompok Pandeglang, yaitu Iwan (32) dan Albert(29).
Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Ani Nursalikah
2 Komplotan
Curanmor di Tangerang Diringkus, 1 Tewas Didor
Dira Derby - detikNews
Senin,
09/01/2012 19:13 WIB
Jakarta - Polisi menangkap tujuh tersangka
pelaku pencurian kendaraan bermotor. Satu tersangka Zaenudin alias Lukman (35)
terpaksa ditembak mati karena melawan. Sementara Andika alias Toni (29)
ditembak kakinya saat mencoba kabur. Keduanya merupakan eksekutor di lapangan
yang tergabung dalam kelompok Lampung Timur.
Tersangka lainnya berasal dari kelompok Pandeglang yang berperan sebagai joki kendaraan hasil curian, diantaranya Dinamarta (26), Didin Saefudin (24), Iwan Alwandi (21), Isroh Haidir (29) serta Suwandi alias Kumis (40).
Dari tangan pelaku, polisi menyita dua unit sepeda motor jenis Jupiter MX dan Honda Beat, serta dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver.Kapolres Metro Kabupaten Tangerang, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan, kedua kelompok ini telah beraksi sejak tahun 2010. Terdapat 60 laporan polisi di wilayah hukum Polres Kabupaten Tangerang terkait pencurian yang dilakukan dua kelompok tersebut.
"Mereka sudah menjadi target operasi kami. Tersangka dari Kelompok Pandeglang bertugas menjadi joki motor hasil curian rekannya untuk ditransaksi kepada Kelompok Lampung. Target mereka adalah motor-motor yang diparkir di luar rumah dan di warnet serta tempat-tempat parkiran," kata Priyo kepada wartawan Senin (9/1/2012).
Kasat Reksim Kompol Shinto Silitonga mengatakan, penangkapan para pelaku bermula dari tertangkapnya tersangka Suwandi alias Kumis. Suwandi yang merupakan koordinator joki curanmor ini memberikan informasi terkait jaringannya.
"Kemudian kita memancing tersangka lainnya untuk muncul. Saat bertransaksi di SBPU Bitung, tersangka dari Kelompok Pandeglang kita bekuk," ungkapnya.
Dari pengembangan kasus tersebut, petugas kemudian memburu tersangka Zaenudin dan Andika. Namun tersangka Zaenudin tewas ditembak petugas karena melawan, saat pengembangan di wilayah Pandeglang. Sementara Andika ditembak bagian kakinya karena mencoba kabur saat ia digerebek dikontrakannya di Pasar Kemis.
"Dari tangan dua tersangka juga ditemukan dua pucuk senpi rakitan jenis revolver serta 5 butir peluru caliber 38 dan caliber 9. Diduga senpi ini digunakan pelaku jika terdesak saat beraksi,"pungkasnya.
Ia mengatakan, hasil curian sepeda motor itu dijual seharga Rp 2-3,5 juta. Saat ini Polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan memburu dua DPO yang tergabung dalam kelompok Pandeglang yakni Iwan (32) dan albert (29).(did/did)
Tersangka lainnya berasal dari kelompok Pandeglang yang berperan sebagai joki kendaraan hasil curian, diantaranya Dinamarta (26), Didin Saefudin (24), Iwan Alwandi (21), Isroh Haidir (29) serta Suwandi alias Kumis (40).
Dari tangan pelaku, polisi menyita dua unit sepeda motor jenis Jupiter MX dan Honda Beat, serta dua pucuk senjata api rakitan jenis revolver.Kapolres Metro Kabupaten Tangerang, Kombes Pol Bambang Priyo Andogo mengatakan, kedua kelompok ini telah beraksi sejak tahun 2010. Terdapat 60 laporan polisi di wilayah hukum Polres Kabupaten Tangerang terkait pencurian yang dilakukan dua kelompok tersebut.
"Mereka sudah menjadi target operasi kami. Tersangka dari Kelompok Pandeglang bertugas menjadi joki motor hasil curian rekannya untuk ditransaksi kepada Kelompok Lampung. Target mereka adalah motor-motor yang diparkir di luar rumah dan di warnet serta tempat-tempat parkiran," kata Priyo kepada wartawan Senin (9/1/2012).
Kasat Reksim Kompol Shinto Silitonga mengatakan, penangkapan para pelaku bermula dari tertangkapnya tersangka Suwandi alias Kumis. Suwandi yang merupakan koordinator joki curanmor ini memberikan informasi terkait jaringannya.
"Kemudian kita memancing tersangka lainnya untuk muncul. Saat bertransaksi di SBPU Bitung, tersangka dari Kelompok Pandeglang kita bekuk," ungkapnya.
Dari pengembangan kasus tersebut, petugas kemudian memburu tersangka Zaenudin dan Andika. Namun tersangka Zaenudin tewas ditembak petugas karena melawan, saat pengembangan di wilayah Pandeglang. Sementara Andika ditembak bagian kakinya karena mencoba kabur saat ia digerebek dikontrakannya di Pasar Kemis.
"Dari tangan dua tersangka juga ditemukan dua pucuk senpi rakitan jenis revolver serta 5 butir peluru caliber 38 dan caliber 9. Diduga senpi ini digunakan pelaku jika terdesak saat beraksi,"pungkasnya.
Ia mengatakan, hasil curian sepeda motor itu dijual seharga Rp 2-3,5 juta. Saat ini Polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan memburu dua DPO yang tergabung dalam kelompok Pandeglang yakni Iwan (32) dan albert (29).(did/did)
Satu Dari 8 Pencuri Ditembak,
60 Motor 2 Senpi Disita
Senin, 9
Januari 2012 - 19:27 WIB
TANGERANG (Pos Kota) – Komplotan pelaku pencurian
motor yang biasa beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang berhasil diringkus
anggota Satreskrim Polres Kota Tangerang. Satu dari 8 pelaku tewas ditembak
karena mencoba melawan petugas saat dilakukan penggerebekan di daerah
Pandeglang, Banten. Dari tangan pelaku, polisi menyita 60 unit sepeda motor,
dua senjata api rakitan, dan alat-alat kejahatan lainnya.
Zaenudin,35, meregang nyawa setelah sebutir timah
panas bersarang di dadanya.
Jenazah pentolan komplotan asal Lampung tersebut
dibawa petugas ke kamar mayat RS Polri, Jakarta Timur. Sedangkan Andika,29,
terpaksa dilumpuhkan kakinya karena mencoba melarikan diri pada saat ditangkap
bersama Zaenudin. Tak hanya kedua pelaku, polisi juga berhasil menangkap
Suwandi,40, seorang penadah dan kelima anak buahnya bernama Solihin,31,
Dinamarta,26, Didin,24, Iwan Alwani, 21, dan Isroh Haidir,29. Kelima anak buah
tersebut berperan sbagai seorang joki, yang membawa motor hasil curian.
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo
didampingi Kasat Reskrim, Kompol Shinto Silitonga mengatakan, tertangkapnya
komplotan pencurian motor ini berawal dari tertangkapnya Suwandi di daerah
Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Dari keterangan Suwandi, polisi
kemudian berhasil menangkap kelima anak buah Suwandi dengan cara menyamar
sebagai pembeli motor.
Setelah lokasi transaksi disepakati di SPBU Bitung,
kelima anak buah tersebut membawa sepeda motor curian. Berdasarkan barang bukti
tersebut, polisi langsung meringkus kelima anak buah Suwandi. “Suwandi berperan
sebagai koordinator. Sedangkan kelima anak buahnya bertugas sebagai joki yang
mengantarkan motor curian kepada Suwandi,” kata Kapolres pada wartawan pada
Senin (9/1) siang.
Menurut keterangan para pelaku yang berhasil
ditangkap, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan mengejar Zaenudin dan
Andika, komplotan pelaku pencurian sepeda motor. Namun saat dilakukan
penangkapan di tempat persembunyiannya di daerah Pandeglang, Banten, Zaenudin
mencoba melawan petugas dengan senjata api rakitan jenis Revolver. Tak mau ada
anggota yang terluka, petugas terpaksa menembak mati pentolan kompoltan
tersebut. Sedangkan Andika roboh setelah kaki kanannya ditembak petugas saat
mencoba kabur. “Kami terpaksa menembak Zaenudin karena berusaha melawan petugas
saat ditangkap. Sedangkan Andika berusaha kabur,” kata Shinto.
Dari tempat persembunyian Zaenudin, polisi menyita 60
unit sepeda motor berbagai jenis hasil curian. Tak hanya itu, dari tangan
pelaku, polisi juga menyita 2 senjata api rakitan yang biasa digunakan pelaku
saat beraksi. “Senjata api rakitan berikut 10 butir peluru berhasil kami sita
dari tangan kedua pelaku pencurian,” kata Bambang.
Lanjut Bambang, komplotan pelaku pencurian ini sudah
beraksi sejak 2010 lalu. Komplotan tersebut biasa beraksi di sejumlah wilayah
di Kabupaten Tangerang, diantaranya Serpong, Legok, Sepatan, dan Kelapa dua.
Dalam sehari, komplotan tersebut mampu mencuri 5-7 unit sepeda motor. “Lokasi
pencurian beragam, seperti di depan minimarket, perumahan, bahkan pinggir
jalan,” ungkapnya menambahkan bagi masyarakat yang merasa kehilangan sepeda
motor agar datang ke Polres Kota Tangerang.(C3/M2/sir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar